Monthly Archives: June 2016

Kita Tidak Diciptakan Sia-Sia

Yuk kita berbenah diri.. !!!!!

Sebagian Orang Menyangka, kehidupan di dunia ini hanyalah sekedar menghabiskan waktu hidup saja. Lahir, Kecil, Dewasa, Tua, Dan Akhirnya Mati Untuk meninggalkan Dunia. Mereka Habiskan waktu hanya dengan Makan,….

Allah Menciptakan Manusia Tidak Sia Sia

Sebagian orang menyangka, kehidupan di dunia hanyalah sekedar menghabiskan waktu hidup saja. Lahir, kecil, dewasa, tua, dan akhirnya mati untuk meninggalkan dunia. Mereka habiskan waktu hanya dengan makan, minum, tidur, bersenang-senang, dan perkara yang sia-sia. Mereka menganggap tidak ada tujuan dari penciptaan manusia di dunia ini. Ini jelas merupakan kekeliruan yang sangat nyata. Bertentangan dengan akal dan naluri manusia. Dan yang jelas, bertentangan dengan hikmah perbuatan Allah subhanahu wa ta’ala. Penciptaan manusia bukan hanya sekedar permainan dan sia-sia, namun ada hikmah besar  yang terkandung di dalamnya.

Manusia Tidak Dibiarkan Begitu Saja

Tidak ada yang sia-sia dalam perbuatan Allah. Termasuk ketika Dia menciptakan kita semua. Tidak sebagaimana anggapan sebagian orang yang terlena dengan fitnah dunia. Allah Ta’ala berfirman :

أَيَحْسَبُ الْإِنسَانُ أَن يُتْرَكَ سُدًى

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan sia-sia begitu saja?“ (Al Qiyamah:36)

Berikut penjelasan para ulama tafsir tentang ayat di atas. Syaikh Abdurrahman As Sa’di rahimahullah menjelaskan : maksudnya (mereka mengira) tidak diperintah dan tidak dilarang, tidak diberi pahala dan tidak disiksa. Ini merupakan persangkaan yang batil dan menyangka bahwa Allah tidak (mencipta) sesuai dengan hikmah. (Taisir Karimir Rahman, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah)

Syaikh Abu Bakar Al Jazaairy rahimahullah menjelaskan : maksudnya  (mereka mengira) dibiarkan begitu saja sia-sia tanpa diberi beban syariat di dunia dan tidak dihisab dan diberi balasan di akherat.( Aysarut Tafasir, Syaikh Abu Bakar Al Jazaairy rahimahullah)

As Sadi rahimahullah menjelaskan : maksudnya (mereka mengira) manusia tidak akan dibangkitkan. Mujahid, Syafi’i, dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam rahimahumullah menjelaskan : maksudnya (mereka mengira) manusia tidak diperintah dan tidak dilarang. Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyimpulkan dari pendapat-pendapat tersebut  : Ayat ini mencakup dua keadaan (di dunia dan di akherat). Manusia tidak dibiarkan sia-sia di dunia dengan tidak diperintah dan tidak dilarang. Begitu pula mereka tidak dibiarkan sia-sia di alam kubur. Mereka diberi perintah dan larangan di dunia, dan mereka dikumpulkan (dan dibangkitkan) di hadapan Allah di hari akherat. Yang dimaksud dalam ayat ini penetapan adanya janji Allah sekaligus bantahan bagi orang-orang menyimpang, orang – orang yang bodoh, seta para penentang yang mengingkari hal-hal tersebut.( Tafsir Al Quran Al Adzhim, Imam Ibnu Katsir rahimahullah)

Dalam ayat lain Allah Ta’ala juga berfirman :

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al Mukminun:115).

Ibadah Tujuan Kita                   

Pembaca rahimakumullah, sudah jelas bagi kita bahwa bukan merupakan kesia-siaan ketika Allah Ta’ala menciptakan kita. Lalu apa tujuannya? Tujuan Allah menciptkan kita adalah untuk beribadah kepada-Nya semata, yakni dengan mentauhidkan-Nya. Hal ini Allah Ta’ala tegaskan dalam firman-Nya :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”(Adz Dzariyat:56)

Bahkan dengan sebab tauhid inilah Allah menciptakan seluruh makhluk, menyediakan surga dan neraka, Allah menurunkan kitab-kitab-Nya, dan mengutus para rasul ‘alaihimus sallam. Allah menciptakan jin dan manusia serta memerintahkannya untuk bertauhid kepada-Nya. Allah menjanjikan surga bagi yang merealisasikan tauhid, dan mengancam dengan neraka bagi yang menyelisihi jalan tauhid. Dan Allah mengutus seluruh para nabi dan rasul untuk menjelaskan tauhid.

Kewajiban Taat kepada Rasul

Bakti bahwa Allah tidak menciptakan manusia sia-sia, Allah mengutus rasul di tengah-tengah mereka untuk memberikan petunjuk. Kewajiban manusia untuk taat kepada rasul yang di utus kepada mereka. Barangsiapa yang mentaati rasul tersebut akan masuk surga, karena ketaatan kepada rasul merupakan bentuk ketaatan kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman :

وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيم

Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.” (An Nisaa’:13).

Makhluk yang paling mulia, paling tinggi kedudukannya, dan paling dekat di sisi Allah adalah yang paling sempurna penghambaanya kepada Allah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan : “ Orang yang sempurna (adalah) yang sempurna dalam ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya secara lahir dan batin”. Tujuan dari pengutusan rasul adalah agar manusia mentaati mereka dan mengikuti syariat yang mereka bawa dari sisa Allah Ta’ala”.( Dinukil dari Taisiirul Wushuul Syarh Tsalatsatil Ushul 32, Syaikh Abdul Muhsin al Qosim rahimahullah)

 Jalan Menuju Surga

Setelah jelas bagi kita, adanya jalan menuju surga dan juga jalan kebinasaan di neraka, seorang yang berakal tentunya akan memilih jalan keselamatan. Tidak ada jalan yang dapat menyelamatkan kita dan mengantarkan kita ke surga kecuali dengan mengikuti perintah Allah dan rasul-Nya. Syarat mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar. Syarat yang mudah bagi orang-orang yang menyadarinya. Namun sayangnya, masih ada saja orang yang enggan menempuhnya. Dijelaskan dalam sabda Nabi yang mulia shalallahu ‘alahi wa sallam :

كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى.. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ : مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى

Seluruh umatku akan masuk surga, kecuali orang yang enggan. Para sahabat kemudian bertanya: “ Ya  Rasulullah, siapkah orang yang enggan itu?” Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang mentaatiku akan masuk surga, barangsiapa yang mendurhakaiku mereka itulah orang-orang yang enggan masuk surga” (H.R. Bukhari)

Jangan Durhaka!

Orang-orang yang mendurhakai rasul yang ditus kepadanya, akan mendapat siksa di neraka. Allah Ta’ala berfirman :

وَمَن يَعْصِ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَاراً خَالِداً فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُّهِينٌ

Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan” (An Nisaa’: 14)

Allah Ta’ala mencontohkan di dalam Al Quran tentang orang yang durhaka kepada rasul yang diutus kepadanya, yaitu Fir’aun yang durhaka kepada Nabi Musa ‘alaihis salaam. Akibat perbuatannya tersebut, Fir’aun akan mendapat siksa. Allah Ta’ala berfirman :

فَعَصَى فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذاً وَبِيلاً} [المزمل:16].

Maka Fir’aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.” (Al Muzamil:16)

Siksaan yang dialami Fir’aun terjadi di dunia, di alam kubur, dan di akhirat. Siksaan di dunia yaitu ditenggelamkan di lautan. Kemudian setelah itu siksa yang dialami di alam kubur sampai tegaknya hari kiamat. Kemudian terakhir adalah adzab neraka di akherat . Allah Ta’ala berfirman :

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوّاً وَعَشِيّاً وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

 “Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang , dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras” (Al Mu’min:46)

Siksaan yang dialami Fir’aun disebabkan karena kedurhakaannya terhadap rasul yang diutus kepadanya, yaitu Musa ‘alaihis sallam. Maka barangsiapa yang mendurhkai rasul yang diutus kepadanya terancam akan mendapat siksa sebagaimana yang dialami oleh Fir’aun. Oleh karena itu wajib bagi seseorang untuk taat kepada rasul yang diutus kepadanya. Kewajiban kita adalah taat kepada rasul yang diutus kepada kita, yaitu Muhammad shallallahu ‘alihi wa sallam.

Hendaknya umat Muhammad merasa khawatir jika mereka mendurhakai rasulnya. Mereka akan mendapat hukuman seperti yang dialami Fir’aun yang mendapat hukuman yang berat dari Allah Ta’ala. Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan : “ Kalian (umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) lebih pantas untuk celaka jika kalian mendurhakai rasul kalian (daripada yang dialami Fir’aun), karena rasul kalian lebih mulia dan lebih utama daripada Musa bin Imran ‘alaihis sallam”. (Dinukil dari Taisiirul Wushuul Syarh Tsalatsatil Ushul 33)

Semoga kita kembali tersadar dengan hikmah tujuan penciptaan kita. Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad.

 

8 Kekhususan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan dalam Al-Qur’an dan Hadis

Hayyy..
Yukkk Baca nih…Dari hadis-hadis Nabi diperoleh pula penjelasan tentang keistimewaan bulan suci Ramadhan. Namun seandainya tidak ada keistimewaan bagi Ramadhan kecuali Lailat Al-Qadr, maka hal itu pada hakikatnya telah cukup untuk membahagiakan manusia.
 
Beberapa Keutamaan Bulan Ramadhan 
dibandingkan dengan Bulan Lain
Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia dan banyak sekali keutamaan yang dijumpai di dalamnya, antara lain:
1. Bulan yang diberkahi oleh Allah. 

Dibukakan pintu-pintu surga, pintu-pintu neraka ditutup. setan-setan dibelenggu. Sabda Rasulullah SAW : إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةُ وَ غُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ “Apabila datang bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka,dan setan-setan diikat (dibelenggu).” (HR. Bukhari dan Muslim) 
2. Waktu yang Mustajab untuk Berdoa.
لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ يَدْعُوْ بِهَا فِيْ رَمَضَانَ “Setiap muslim memiliki doa yang mustajab (terkabulkan) yang ia berdoa dengannya pada bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad) ثَلاَثٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ : الصَّائِمُ حِيْنَ يُفْطِرُ وَ اْلإِمَامُ الْعَادِلُ وَ دَعْوَةُ المَظْلُوْمِ “Tiga hal yang tidak tertolak doa mereka : orang yang puasa ketika berbuka, imam (pemimpin) yang adil, doa orang yang terdzolimi.” (HR. Ahmad)

3. Ramadhan Bulan Turunya Al-Qur’an.

Al Qur’an diturunkan di bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi umat manusia dan sebagai penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan batil)”.شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَان “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan (permulaan)Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan batil)” (QS. Al Baqoroh : 185)

4. Puasa Ramadhan adalah Salah Satu Rukun Islam

Firman Allah SWT : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan asas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. “(Al-Baqarah: 183).
Sabda Nabi SAW: “Islam didirikan di atas lima sendi, yaitu: syahadat tiada sembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji ke Baitul Haram. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab mendapatkan ampunan dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah SWT telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya.
Firman Allah SWT dalam hadits yang disampaikan oleh Nabi SAW: “Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari pada aroma kesturi.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
Dan sabda Nabi SAW: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
Maka untuk memperoleh ampunan dengan puasa Ramadhan, harus ada dua syarat berikut ini: a. Mengimani dengan benar akan kewajiban ini. b. Mengharap pahala karenanya di sisi Allah SWT.
5. Pada Bulan Mulia ini Disunatkan Shalat Tarawih.
Yakni shalat malam pada bulan Ramadhan, untuk mengikuti jejak Nabi SAW, para sahabat dan Khulafaur Rasyidin. Sabda Nabi SAW: “Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
 
6. Pada bulan Ramadhan terdapat Lailatul Qadar.
,Malam yang lebih baik daripada seribu bulan, atau sama dengan 83 tahun 4 bulan. Malam di mana pintu-pintu langit dibukakan, do’a dikabulkan, dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan (baca: Anjuran Doa Ramadhan). Sabda Nabi SAW: “Barangsiapa mendirikan shalat pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
Malam ini terdapat pada sepuluh malam terakhir, dan diharapkan pada malam-malam ganjil lebih kuat daripada di malam-malam lainnya. Karena itu, seyogianya seorang muslim yang senantiasa mengharap rahmat Allah dan takut dari siksa-Nya, memanfaatkan kesempatan pada malam-malam itu dengan bersungguh-sungguh pada setiap malam dari kesepuluh malam tersebut dengan shalat malam, membaca Al-Qur’anul Karim, dzikir, do’a, istighfar dan taubat yang sebenar-benamya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni, merahmati, dan mengabulkan do’a kita.
7. Peristiwa Perang Badar
Pada bulan ini terjadi peristiwa besar yaitu Perang Badar, yang pada keesokan harinya Allah membedakan antara yang haq dan yang bathil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah syirik dan kaum musyrikin.
8. Pembebesan Kota Mekkah
Pada bulan suci ini terjadi pembebasan kota Makkah Al-Mukarramah, dan Allah SWT memenangkan Rasul-Nya, sehingga umat manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong dan Rasulullah SAW menghancurkan syirik dan paganisme (keberhalaan) yang terdapat di kota Makkah, sehingga Makkah pun menjadi negeri Islam.
Perlu diingat, bahwa ada sebagian orang berpuasa tetapi tidak shalat, atau hanya shalat pada bulan Ramadhan saja. Orang seperti ini tidak berguna baginya puasa, haji, maupun zakat. Karena shalat adalah sendi agama Islam yang ia tidak dapat tegak kecuali dengannya. Sabda Nabi SAW:
Jibril datang kepadaku dan berkata, ‘Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapat ampunan, maka jika mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan: Amin!. Aku pun mengatakan: Amin.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya) “‘ Lihat kitab An Nasha i’hud Diniyyah, him. 37-39.
Maka seyogianya waktu-waktu pada bulan Ramadhan dipergunakan untuk berbagai amal kebaikan, seperti shalat, sedekah, membaca Al-Qur’an, dzikir, do’a dan istighfar. Ramadhan adalah kesempatan untuk menanam bagi para hamba Allah SAW, untuk membersihkan hati mereka dari kerusakan.
Juga wajib menjaga anggota badan dari segala dosa, seperti berkata yang haram, melihat yang haram, mendengar yang haram, minum dan makan yang haram agar puasanya menjadi bersih dan diterima serta orang yang berpuasa memperoleh ampunan dan pembebasan dari api Neraka.

Assignment Week 1 AST Syaiful Anwar

Nama : Syaiful Anwar

NPM : 15020026

Tanggal : 21 Juni 2016

1. Buatlah contoh (eksperimen sendiri ) dengan menggunakan rumus formula TEXT , & dan UPPER sesuai dengan materi pada link Berikut

Rumus formula TEXT

Rumus formula &

Rumus formula UPPER

2. Jelaskan Perbedaan antara perintah sift+ Del dan Delete dan apa fungsi dari ALT + f4, CLOSE & Exit

SHIFT + Delete : Menghapus data/file secara permanen dan tidak bisa dikembalikan (restore).

Delete : Menghapus data/file yang sebenarnya hanya dipindahkan sementara pada tempat pembuangan sampah yang dikenal dengan sebutan ” Recycle bin “. Data yang ada di Recycle Bin dapat diambil sewaktu-waktu (restore).

ALT + f4 : Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif.

CLOSE : Menutup lembar kerja

Exit : Menutup program

Jelaskan Fungsi dari perintah dibawah ini !

a. Ctrl+B : Bold (menebalkan karakter)
b. Ctrl+I : italic (membuat karakter menjadi miring)
c. Ctrl+U : Underline (membuat garis bawah pada setiap karakter)
d. Ctrl+S : Save (menyimpan data/file)
e. Ctrl+O : Open (membuka file/data)
Ctrl + Z : Undo (mengembalikan perintah yang telah dikerjakan sesudahnya)
Ctrl + Y : Redo (mengembalikan perintah yang telah dikerjakan sebelumnya)
Ctrl + W : Close (menutup lembar kerja aktif tapi tidak menutup program)
Ctrl + X : Cut (memindahkan data ke tempat penyimpanan yang lain)
Ctrl + N : New (membuat Lembar kerja baru)

PLAGIARISME

Image result for plagiarism

Menghindari Plagiarisme atau Plagiat

Selain susunan penelitian harus sesuai kaidah ilmiah, tanggung jawab seorang peneliti tidak lepas kepada kode etik akademik dalam penyusunan penelitiannya. Banyaknya kasus pelanggaran hak cipta dalam praktek penelitian tentu berlawanan dengan etika penelitian. Penelitian yang menggunakan, mengutip atau mengambil sebagian perkataan, ide dan hasil karya orang lain harus memberikan penghargaan kepada pemilik asli perkataan, ide, dan karya tersebut. Masalah ini erat kaitannya dengan istilah plagiarisme. Plagiarisme menjadi salah satu isu penting dalam dunia akademik yang tidak hanya dialami di Indonesia namun juga di negara maju. Ditambah dengan semakin berkembangnya teknologi informasi berupa internet. Internet memungkinkan seseorang untuk mengambil ide orang lain dengan mudah sehingga banyak karya yang hanya bermodalkan copy-paste.

Berbagai Definisi Plagiarisme

Agar seorang peneliti tidak menjadi salah satu “pencuri” karya orang lain, setiap peneliti perlu memahami konsep plagiarisme. Definisi plagiarisme yaitu penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan dan pendapat sendiri (Wikipedia, 2008). Definisi yang lain menyebutkan plagiarisme adalah aksi menyalin atau meminjam hasil kerja atau ide tanpa memberikan pengakuan kepada penulis asli. Mahasiswa yang menulis esai, laporan atau thesis maupun disertasi harus mencantumkan sumber, seperti buku, artikel jurnal, pada daftar referensi yang mereka tambahkan pada hasil karya mereka (Swansea University, 2008).

Bentuk yang paling serius dalam plagiarisme yaitu dengan melakukan penulisan dengan mengutip secara langsung tanpa melakukan perubahan yang signifikan dari hasil karya orang lain. Praktek tersebut dinamakan dengan word-for-word plagiarism (Brian, 1984). Selain bertentangan dengan kode etik akademik, plagiarisme dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator (Wikipedia, 2008). Beberapa alasan kenapa setiap peneliti perlu memperhatikan isu plagiarisme dengan baik, yaitu sebagai berikut (University of Chicago Davis, 2006):

  1. Dengan melakukan plagiarisme berarti melakukan kecurangan kepada diri sendiri.
    Dengan melakukan plagiarisme seseorang tidak belajar mengungkapkan pendapat dalam kata-kata sendiri, dan peneliti tidak akan mendapatkan feedback yang lebih spesifik dari instruktur penelitian dalam memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kemampuan individual peneliti.
  2. Merupakan perbuatan tidak jujur dan menyebabkan misleading bagi orang lain. Dengan melakukan plagiarisme, pembaca akan salah merepresentasikan sebuah karya kepada yang sebenarnya bukan hasil karya dari orang yang melakukan plagiarisme.
  3. Plagiarisme melanggar Kode Etik Akademik (Code of Conduct Academic).
  4. Plagiarisme mengurangi nilai dari karya orang lain. Dengan memakai dan mengumpulkan kerja orang lain sebagai pekerjaan sendiri berarti hal tersebut bersifat tidak adil kepada orang lain yang melakukan pekerjaan tersebut.
  5. Plagiarisme melanggar hak milik orang lain (property right). Tanpa memberikan penghargaan kepada pemilik ide, pelanggaran hak cipta akan berakibat denda bahkan bisa lebih buruk dari itu.
  6. Plagiarisme akan berdampak buruk pada reputasi lembaga tempat peneliti berada.

Bentuk-bentuk Plagiarisme

Kegiatan-kegiatan berikut bisa disebut sebagai plagiarisme (Wikipedia, 2008): a. Mengaku tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri.            b. Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri. c. Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri. d. Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri. e. Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal-usulnya. f. Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya. g. Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya. Hal-hal yang tergolong tidak plagiarisme: a. Menggunakan informasi yang berupa fakta umum. b. Menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau prafase) opini orang  lain dengan memberikan sumber jelas. c. Mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya.

Mencegah Plagiarisme

Karena plagiarisme melanggar kode etik akademik, melanggar hak cipta, berakibat pada denda, bahkan lebih buruk dari itu, peneliti perlu untuk berusaha menghindari plagiarisme pada karya yang akan ditulisnya. Bisa jadi, karena tidak memahami konsep plagiarisme, peneliti secara tidak sengaja menuliskan pemikiran orang lain tanpa menyebutkan sumber. Meskipun tidak sengaja, kondisi tersebut bisa berujung pada masalah hukum. Ada berbagai upaya dalam mencegah seorang peneliti untuk tidak melakukan plagiarisme (University of Chicago Davis, 2006):

Menggunakan kata-kata dan ide Anda sendiri.

Latihan merupakan hal penting dalam belajar. Setiap waktu dalam memilih kata, akan mengasah otak dan nantinya akan meningkatkan kemampuan dalam menulis.

Memberikan penghargaan kepada materi yang disalin, diadaptasi dan diparafrasakan.

Apabila kita mengutip perkataan orang maka harus memberikan tanda kutip serta menyebutkan sumber dimana kita mengutip informasi tersebut. Apabila mengadaptasi grafik, atau memparafrasakan kalimat maka sumber juga harus tetap disebutkan. Paraphrase adalah mengungkapkan kembali ide, informasi, dan arti dari orang lain dengan bahasa sendiri.

Hindarilah penggunaan hasil karya orang lain dengan memberikan “kosmetik” sebagai hiasan.

Sebagai contoh dengan menggunakan kata “kurang” atau “lebih sedikit”, membalik susunan kalimat, mengganti terminologi, mengganti bentuk tampilan lembar kerja. Apabila memang karya tersebut sama dengan sumber yang dipakai maka berikanlah penghargaan kepada hasil karya orang lain.

Tidak ada sesuatu yang gratis.

Selalu memberikan kutipan pada perkataan, informasi, dan ide yang digunakan dalam melakukan penelitian. Hal itu dilakukan tanpa memandang dimana mendapatkannya, meskipun itu berasal dari internet maupun ensiklopedi, kita tetap harus menyebutkan sumber.

Cermat pada common knowledge atau fakta yang umum diketahui.

Ada kemungkinan dalam penulisan artikel peneliti tidak melakukan penyebutan sumber pada hal-hal yang sudah diketahui secara umum atau common knowledge. Kita tetap harus menyebutkan sumber dimana informasi itu didapat.

Saat ragu maka tetaplah menyebutkan sumber.

Hal tersebut lebih aman, memberikan penghargaan kepada penulis, daripada tidak memberikannya saat kita memang seharusnya menyebutkan sumber. Perlu melakukan usaha pencegahan yang kuat pada perkembangan praktek plagiarisme, apalagi pada sebuah institusi yang bereputasi akademik yang harusnya terbebas dari sebuah ‘dosa’ akademik. Dengan usaha dari pemerintah serta institusi akademis secara umum, maka hal yang ‘tabu’ seperti plagiarisme tidak akan terjadi lagi (Brian, 1984). Dari berbagai kasus plagiarism yang akhirnya berujung pada ranah hukum, penelitian yang dilakukan tidak dapat begitu saja terlepas dari aspek hukum yang ada.

Konsep-konsep Plagiarisme

Berikut beberapa konsep berkaitan dengan plagiarisme yang perlu diketahui (ISS, 2006): a. Common knowledge. Fakta yang dapat ditemukan pada berbagai tempat dan kemungkinan besar akan diketahui oleh banyak orang. b. Kutipan (Quotation). Menggunakan perkataan orang lain. Pada saat mengutip maka tempatkan bagian yang dikutip dan mencantumkan sumber sesuai dengan berbagai gaya atau metode cara pengutipan yang diterima. c. Parafrase. Menggunakan ide seseorang, akan tetapi menuliskannya dengan menggunakan bahasa sendiri. Meskipun menggunakan kata-kata sendiri penulis harus tetap menyebutkan sumber dari mana informasi itu didapat. Plagiat berarti menjiplak sebagian atau seluruh hasil karya orang lain tanpa seijinnya.

Dalam kasus tugas akhir baik skripsi maupun thesis pada Teknologi Informasi atau ilmu-ilmu komputer lainnya, pengertian, aturan, dan hukuman terhadap plagiat sangat beragam. Ini terjadi karena banyaknya source code bebas yang ada di internet dan banyaknya biro jasa atau orang yang membantu membuatkan program skripsi atau tugas akhir. Apalagi biasanya belum ada aturan eksplisit di jurusan yang mengatur tentang definisi dan sanksi plagiat. Kalaupun ada, penerapannya juga sangat tergantung dari dosen pembimbing dan penguji skripsi atau tugas akhir. Ada beberapa kemungkinan tentang pengaturan plagiat dalam skripsi atau tugas akhir (Maria Polina, A. & Jong Jek Siang, 2005):

  1. Aturan dan sanksi plagiat diberlakukan sangat ketat. Ini berarti jika pada tugas akhir seorang mahasiswa diketahui ada sebagian atau semua program bukan buatannya sendiri, mahasiswa tersebut langsung dinyatakan tidak lulus, atau bahkan harus mengganti judul tugas akhir. Aturan ini agak jarang ditetapkan karena sulit melacak dan memberlakukannya pada semua dosen.
  2. Aturan plagiat diberlakukan sangat lunak. Ini adalah kebalikan dari aturan yang pertama. Dalam aturan ini jurusan atau dosen seolah menutup mata tentang apa yang dilakukan mahasiswa selama pembuatan tugas akhirnya. Mereka berasumsi bahwa mahasiswa yang sudah mengambil tugas akhir adalah orang yang suah cukup dewasa untuk menentukan baik atau tidaknya sesuatu yang dilakukannya. Biarlah masyarakat yang menilai perbuatanya tersebut. Dengan asumsi itu maka pasti tidak ada mahasiswa yang sebagian atau bahkan seluruh tugas akhirnya merupakan hasil karya orang lain karena plagiat merupakan sesuatu yang buruk. Asumsi semacam ini secara praktis sulit dilaksanakan karena pada hakekatnya setiap orang ingin memperoleh segala sesuatu dengan mudah. Meskipun sudah ada aturan dan ancaman mencontek waktu ujian, tetapi masih banyak mahasiswa yang mencoba melakukannya. Apalagi kalau tidak ada aturan dan hukuman untuk mahasiswa yang mencontek. Sama halnya di bidang hukum, semua orang tahu kalau mencuri adalah perbuatan dosa. Bayangkan apa yang terjadi jika diasumsikan bahwa semua orang sudah cukup bijaksana sehingga tidak mencuri serta tidak ada hukuman untuk pencuri. Aturan yang terlalu longgar semacam inipun juga jarang diberlakukan karena lama-kelamaan jurusan atau perguruan tingginya akan memperoleh cap murahan atau jual ijazah.
  3. Hukuman plagiat diterapkan kasus demi kasus, tergantung berat atau ringannya tingkat plagiat yang dilakukan. Cara seperti ini yang paling banyak diterapkan oleh perguruan tinggi. Bagaimana hukuman untuk tiap kasus berbeda-beda di tiap perguruan tinggi. Kasus yang paling berat terjadi jika terbukti bahwa tugas akhir yang mahasiswa buat merupakan tugas akhir mahasiswa lain (biasanya dari mahasiswa perguruan tinggi lain). Tidak hanya programnya yang ia ambil, tetapi juga laporannya. Barangkali yang dilakukan tinggal mengganti nama, NIM, dan nama perguruan tingginya saja. Kalau ini yang terjadi, kemungkinan besar mahasiswa tersebut tidak lulus dan harus mengganti judul tugas akhirnya.

Kasus yang sering terjadi adalah sebagian atau seluruh program tugas akhirnya dibuatkan oleh teman, biro jasa, atau diperoleh dari internet, meskipun laporannya dibuat sendiri. Kalau yang dibuatkan hanyalah bagian yang sulit dan mahasiswa tersebut menguasai seluruh langkah penyelesaiannya manualnya, hukumannya tidak berat (bahkan mungkin tidak ketahuan ), mungkin hanya berupa penurunan nilai. Tetapi kalau terbukti semua program dibuatkan (apalagi ia tidak bisa menjalankan teori atau cara kerja manualnya atau alur programnya), hukumnya akan berat. Kemungkinan besar ia tidak lulus. Kalaupun ia sudah angkatan tua (misalnya sudah menginjak tahun ke 8 dan terancam DO), mungkin akan diberi belas kasihan dengan diluluskan dengan nilai manimal. Apapun hukumannya plagiat selalu mengandung resiko yang tidak mengenakkan. Karena itu usahakan untuk membuat sendiri semua program dalam tugas akhir. Kalaupun Anda tidak tahu bagian tertentu (misalkan program selalu error jika di run ), tanyakan pada teman.

Kendala Hukum

Penelitian yang dilakukan tidak dapat begitu saja terlepas dari aspek hukum yang ada. Dalam hal ini terdapat prosedur tertentu untuk dapat memperoleh izin penelitian. Apakah penelitian yang akan dilakukan tersebut tidak bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku perlu diketahui dengan jelas sesuai dengan peraturan perundangan yang ada. Selain itu, setidaknya ada dua kendala dalam penelitian yang sering dihadapi (Neumann, 2000). Pertama, siapa yang mengontrol akses terhadap data atau masalah yang diteliti? Ini adalah masalah siapa” penjaga gawang” atas hasil-hasil penelitian maupun data yang diperoses. Berapa kasus menunjukan para penjaga gawang dapat membatasi apa yang diteliti dan dapat juga melindungi organisasinya dari kritikan. Biasanya untuk kasus semacam ini sering kali ada pembatasan akses terhadap subjek maupun bidang yang diteliti.

Kedua, bagaimana kontrol terhadap data yang dikumpulkan dari sumber resmi atau pemerintah. Bagaimana lembaga pemerintah tersebut mengumpulkan anggaran, bebas dari pengaruh faktor politik. Untuk data-data tertentu yang tidak dipublikasikan (unpublished data) biasanya produsen data meminta surat perjanjian tertulis kepada pengguna data. Isi perjanjian bisa berupa: (1) pertanyaan bahwa data dan hasil analisis hanya digunakan untuk kebutuhan riset, (2) tdak memperjualbelikan data tersebut,  (3) data maupun hasil penelitian baru boleh dideseminasi atau dipublikasikan setelah periode tertentu.

Daftar Pustaka

Berndtsson, M. Jorgen, H. Bjorn, O. 2008. Thesis Projects: A Guide for Student in Computer Science and Information Systems. London: Springer.

Cooper, D. R. & Schindler, P. S. 2001.  Business Research Methods. 7thed. Boston: McGraw Hill Book Co.

Davis, D. & Cosenza, R. M. 1993. Business Research for Decision Making. Belmont: PWS-KENT Publishing Company.

Gay, L. R., & Diehl, P. L. 1996. Research Methods for Business and Management. Singapore: Simon & Schuster Ltd.

Howard, K. and Sharp, J.A. 2003. The Management of a Student Research Project. Aldershot: Gower.

John W. Creswell. 2010. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Edisi Ketiga, Terj. Achmad Fawaid. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kuncoro, M. 2009. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi: Bagaimana Meneliti dan Menulis Tesis. Edisi 3. Jakarta: Erlangga.

Maria Polina, A. & Jong Jek Siang. 2005. Kiat Jitu Menyusun Skripsi Jurusan Informatika atau Komputer. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Marimin, et al, 2013. Teknik dan Analisis Pengambilan Keputusan Fuzzy dalam Manajemen Rantai Pasok. Bogor: IPB Press.

Norman K.Denzim & Yvonna S. Lincoln. 2011. The Sage Handbokk of Qualitative Research 2. Edisi Ketiga, Terj. Dariyatno. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Neumann, W. L. 2000. Social Research Method: Qualitative and Quantitative Approaches. 4thed. Boston: Allyn and Bacon.

Post, J.E. Frederick, W.C., Lawrence, A.T. & Weber, J. 1996. Business and Society: Corporate Strategy, Public Policy, Ethics. 8thed. New York: McGraw-Hill, Inc.

 

Berbicara kepada diri sendiri seperti seorang pemenang. Kau sekarang berada di tempat ke mana pikiranmu membawamu, kau besok akan berada ke mana pikiranmu mengantarmu. Anda perlu terus-menerus bertanya kepada diri sendiri. Apakah pikiran ini membantu atau melukaiku? Apakah pikiran itu membawaku semakin dekat dengan tujuanku atau membawaku semakin jauh? Apakah pikiran itu memotivasiku untuk bertindak atau menghalangiku dengan rasa takut dan keraguan? Anda harus belajar mempertanyakan dan melawan pikiran-pikiran yang tidak membantu Anda menciptakan kesuksesan dan kebahagiaan yang lebih besar.

Jack Canfield

Profile

UAS ACSSES Eko sumantri

NAMA : EKO SUMANTRI
NPM    : 15020070

Soal .


1.Buat data field seperti di bawah ini

2. Masukan data Pada Field Seperti di soal atau di bawah ini
3. Masuk Ke Create Pilih Qwery Desain
5. Masukan coding Qwery seperti di gambar untuk menentuan Biaya Inap
6. Masukan coding Qwery seperti di gambar untuk menentuan Biaya Dokter
7. Masukan coding Qwery seperti di gambar untuk menentuan Total
8. Maka Hasilnya Field – field aka terisi secara otomatis mengikuti Coding Qwery yg kita masukan

UAS SEMESTER II AST Arya Dimas

Arya Dimas

15020055

18 Juni 2016

  1. MICROSOFT VISUAL BASIC

Buka Microsoft Access, lalu buatlah Database baru dengan nama “data_simpan_pinjam”.

Buat Tabel dengan isi seperti gambar berikut

Setelah itu Save Database, Lalu Close Microsoft Access.

Selanjutnya buka Microsoft Visual Basic, buatlah form baru.

Lalu buatlah 5 Label, 4 Textbox, 3 CommandButton dan diletakan posisi masing masing seperti gambar ini

Tambahkan Data Grid & Adodc, dengan cara Ctrl+T > Components…, Setelah itu pilih seperti gambar dibawah ini

Lalu buat Data grid & Adodc

Jika Data Grid & Adodc sudah dibuat, selanjutnya adalah klik kanan pada Adodc > ADODC Properties

Lalu pilih Use Connection String > Build, lalu pada menu Provider pilih Microsoft OLE DB Provider for ODBC Driver

Setelah itu Pada menu Connection pilih Use Connection String > Build, lalu pilih menu Machine Data source > Microsoft Access Database

pilih Database

Lalu cari file Database Microsoft Access yang kita buat tadi

Lalu test Koneksi apakah sudah Oke seperti gambar berikut jika belon silahkan coba ulang 😀

Jika sudah berhasil, kembali ke menu awal lalu pilih RecordSource dan pilih sesuai gambar dibawah ini

Sampai disini Microsoft Visual Basic dan Microsoft Access sudah terkoneksi. Selanjutnya adalah memberi Kode Perintah untuk 3 CommandButton yang kita buat, masukan kode berikut pada CommondButton

Jika sudah, klik menu Run > Start

2. Membuat Database di Microsoft Access

Buka Microsoft Access, lalu Blank DataBase

lalu ikuti langkah langkah seperti gambar gambar dibawah ini

UAS AST Bambang Safrizal (Ms. Access)

Nama     : Bambang Safrizal
NPM        : 15020021
Tanggal : 18 Juni 2016

Jawaban UAS AST Ms. Access

1.Buat data field seperti di bawah ini

2. Masukan data Pada Field Seperti di soal atau di bawah ini

3. Masuk Ke Create Pilih Qwery Desain

4. Masukan coding Qwery seperti di gambar untuk menentukan Ruangan

5. Masukan coding Qwery seperti di gambar untuk menentukan Biaya Inap

6. Masukan coding Qwery seperti di gambar untuk menentukan Biaya Dokter

7. Masukan coding Qwery seperti di gambar untuk menentukan Total

8. Maka Hasilnya Field – field aka terisi secara otomatis mengikuti Coding Qwery yg kita masukan

null

UAS AST Bambang Safrizal ( VB6 )

Nama     : Bambang Safrizal
NPM        : 15020006
Tanggal : 18 Juni 2016

Jawaban UAS AST
1.Buat Database Seperti Pada Gambar

2. Input data Awal Pada database

3. Buat Beberapa form dan yang lainnya Menggunakan Label , Text , comon bottom, ADODC , dan Data Grid

4. Pada ADODC Kli kanan pilih ADODC Properties srperti gambar di Bawah

5. Maka Akan Tampil seperti di bawah ini lalu klik Build

6. Setelah itu akan muncul data link properties dan pilih seperti gambar di bawah ini setelah itu klik next.

7. lalu pilih Use conection string lalu klik bulid

8. Pilih Machine data Source Seperti Gambar di bawah

9. Pilih MS Accsess database lalu klik Ok

10. Maka Muncul Kota Dialog Login Lalu pilih Database

11. Maka Akan muncul kotak diolog seperti di bawah dan lalu cari dimana anda menyimpan file Ms. Accsess yang telah anda buat pada langkah pertama tadi

12. Maka Akan Tampil Kembali kotak dialog data lin properti yg telah terisi oleh database accsess anada lalul klik Ok

13. Pada Priperti Page di ADODC Properties pilih Record Source dab seusikan pilihan seperti gambar di bawah ini

14. Pada Kotak Common Bottom Kik dua Kali Pada Setiap Kotak Untuk Memasukan Coding.